09 Juni 2009

Manfaat Musik Terhadap Perkembangan Anak

Dalam membesarkan dan merawat anak banyak sekali faktor penting yang mendukung perkembangannya salah satunya pola asuh orang tua yang merupakan faktor utama, tetapi selain daripada itu faktor luar juga dapat membantu dalam mendukung perkembangan anak salah satunya melalui musik

Belakangan ini sudah banyak penelitian yang telah di publikasikan

Penelitian ini awalnya dipublikasikan oleh The Chinese University Of Hongkong. Peneliti mengobservasi 90 anak berusia antara 6-15 tahun. Sebagian anak dari sekolah music orchestra senar, dan sisanya tidak mengikuti latihan musik. Penelitian lainnya dilakukan oleh University Of Toronto, dengan mengikutsertakan 144 anak usia 6 tahun yang secara acak ditunjuk untuk mengikuti les piano, vokal, atau tidak mengikuti les sama sekali, selama setahun.

Hasil penelitian mengemukakan, bahwa pelajaran instrument music dapat memicu kemampuan matematika dan IQ secara keseluruhan. Hasilnya menunjukkan, anak-anak yang mengikuti pelajaran music semakin baik perkembangan otaknya.

Sedangkan penelitian di Mc Master University dan Rotman Research Institute Toronto menyimpulkan, bahwa pelajaran musik 4 bulan saja sudah dapat meningkatkan perkembangan otak. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati aktivitas neuronal anak-anak usia 4-6 tahun yang mengikuti pelajaran musik selama setahun. Setelah dibandingkan, otak anak-anak yang mengikuti pelajaran musik selama setahun, lebih berkembang. Kemampuan untuk mengingat suatu deretan angka juga lebih tajam daripada kelompok anak yang tidak mengikuti pelajaran musik. Dari sini terlihat bahwa musik mempunyai andil dalam perkembangan otak anak.

Musik dipercaya dapat membantu perkembangan mental anak, meningkatkan koordinasi fisik, dan menambah keterampilan berbahasa. Selain itu musik dapat membantu meningkatkan kemampuan matematis dan social, melatih daya ingat dan juga kreativitas si anak.

Langkah awal untuk mengenalkan musik pada anak dapat berupa mengajak anak untuk mendengarkan music sebelum tidur. Saat tersebut bisa anda pakai, dengan memutar compact disc (CD) lagu atau musik instrumental yang membuat relaksasi, sembari membacakan buku cerita. Kaset untuk anak bisa juga berupa cerita dongeng dilengkapi iringan bunyi-bunyian dan musik pengiring. Anda pun dapat melatih sistem motorik si kecil dengan mengajaknya untuk memeragakan cerita yang dibawakan.

Selain melalui mendengarkan CD, anda dapat membawa sang buah hati untuk belajar di tempat kursus musik. Usia dini adalah momen yang baik untuk mengenalkan musik. Kursus musik mempunyai banyak manfaat lainnya, meningkatkan kemampuan bersosialisasi diawali dengan interaksi si anak dengan pengajar dan dengan teman-teman ditempat kursus.

Hal lain yang didapat dari bermain musik ialah melatih empati dan menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan-gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Alat musik yang direkomendasikan dipakai untuk usia dini adalah piano dan organ. Dentingan kedua alat musik tersebut bisa merangsang otak anak untuk lebih kreatif. Biola dan gitar juga baik untuk dipelajari anak anda sejak kecil.

07 Mei 2009

Pengaruh Televisi Terhadap Perilaku anak

Di zaman yang serba canggih ini kita dapat dengan mudahnya mendapatkan informasi dari manapun dari seluruh belahan dunia semua disajikan baik melalui media cetak, maupun elektronik, memang hal ini banyak membawa kebaikan buat kita namun dibalik itu semua ada sesuatu yang mesti kita benar-benar jadikan perhatian agar dapat meminimalisir dampak-dampak negatif dari kecanggihan tekhnologi tersebut, terutama untuk anak-anak kita, contoh kecil adalah televisi karena ternyata televisi dapat mengganggu pembentukan kemampuan anak-anak dalam memusatkan perhatian, bahkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku anak itu sendiri.
Studi tim dari Universitas Massachusetts, amherst, Amerika Serikat menemukan bahwa ada anak-anak berusia 3 tahun kebawah bermain didalam ruangan yang ada televisi, waktu bermain mereka 5% lebih singkat dibanding jika tidak ada televisi. Hal ini juga membuat mereka tidak fokus saat bermain. Studi yang dimuat dalam Child Development edisi Juli s/d Agustus ini melibatkan 50 balita berusia antara 12, 24, 36 bulan.
Dr Daniel Bronfin dari Ochsner Health System, New Orleans, mengungkapkan televisi menaikkan resiko terjadinya gangguan perilaku pada anak-anak, seperti sulit berkonsentrasi dan hiperaktivitas. Sedangkan American Academy of pediatrics (AAP) menyarankan agar anak-anak berusia 2 tahun atau kurang tidak diberi akses menonton televisi, atau jika memang terpaksa harus menonton maka harus ditemani oleh orang tua atau saudara yang sudah dewasa

Blog Pertamaku

Akhirnya setelah sekian lamanya menanti ternyata jadi juga blog pertamaku ini, tadinya sih masih beribukali pikir-pikir antara mundur maju, dalam hati berpikir (buat ga ya....?..., buat ga ya....?)
tapi akhirnya dengan sedikit nekat aku beranikan diri untuk membaut blog pertamaku ini.....
Tadinya dalam pikiranku takut salah gitu ntar aku udah mulai ngebuat blog ini tapi ternyata salah kan takutnya malah gagal deh dan nanti ga bisa lagi deh buat blog lagi......, tapi juga sih aku masih belum dapet ide buat calon blog pertamaku ini nanti kalo aku udah buat blog aku isi pake apa ya pikirku dalam hati....
Tapi akhirnya dengan sedikit kenekatan dan keinginan yang begitu menggebu dalam hati terciptalah blog pertamaku ini.....semoga ini menjadi sebuah titik untuk menuju hidup yang lebih baik.... dan semoga kedepannya akan meringankan langkahku tuk mencapai tahap-tahap selanjutnya dalam kehidupanku......semoga Allah meridhai setiap langkahku dan memberikan kemudahannya......